Berdesakan di KRL Sejak Subuh,Perjuangan Mahasiswa Menembus Jauhnya Jarak Kampus
Berdesakan di KRL Sejak Subuh,Perjuangan Mahasiswa Menembus Jauhnya Jarak Kampus
Foto ;kompas.com
JAKARTA — Setiap hari, Siti Sofi harus menempuh perjalanan dari Jakarta Utara menuju Jakarta Selatan untuk berkuliah. Sebagai mahasiswa penglaju, ia mengandalkan transportasi umum seperti KRL dan Mikrotrans untuk perjalanan pergi-pulang. Jarak yang cukup jauh, kondisi transportasi yang padat, hingga rasa lelah setelah kuliah sudah menjadi bagian dari rutinitasnya.
Berangkat Pagi dan Menjaga Kesabaran
Agar tidak terlambat masuk kelas pagi, Sofi biasanya sudah meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00–05.15 WIB. Menurutnya, berangkat lebih siang bisa membuat waktu perjalanan sulit diprediksi karena stasiun mulai dipenuhi penumpang.
Tantangan lain muncul saat jam pulang kuliah yang bertepatan dengan jam pulang kerja. Kondisi jalan dan transportasi yang ramai membuat perjalanan terasa semakin melelahkan. Bagi Sofi, menghadapi situasi tersebut bukan hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga kesabaran.
“Selain kesiapan fisik buat berdesakan, ketenangan mental yang cukup juga sangat diperlukan,” ujar Sofi saat menceritakan pengalamannya.
Menurut Sofi, bagian yang paling menguras tenaga adalah saat harus transit dan berpindah dari Mikrotrans ke KRL, atau sebaliknya. Berpindah-pindah moda transportasi di tengah padatnya aktivitas Jakarta terasa semakin berat setelah seharian menjalani kegiatan di kampus.
Bertahan karena Keadaan dan Keluarga
Dengan jarak rumah dan kampus yang cukup jauh, tinggal di kos sebenarnya bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Namun, untuk saat ini Sofi belum bisa memilih opsi tersebut.
“Karena keadaan. Jika bukan karena keadaan, saya juga mau ngekos,” ungkapnya.
Keterbatasan biaya dan pertimbangan keluarga menjadi alasan Sofi tetap tinggal bersama orang tuanya. Meski perjalanan setiap hari melelahkan, ia tetap berusaha menjalaninya.
Saat ditanya mengenai alasan terbesarnya untuk terus bertahan, Sofi menjawab singkat, “Keluarga.”
Di tengah rutinitas yang melelahkan, Sofi biasanya memanfaatkan waktu-waktu kecil saat sendirian, seperti ketika menunggu kendaraan, untuk beristirahat sejenak dan menenangkan pikiran.
Perjalanan Siti Sofi menjadi gambaran keseharian mahasiswa penglaju yang harus membagi tenaga antara kegiatan di kampus dan panjangnya perjalanan pulang-pergi. Bagi Sofi, perjalanan yang melelahkan tersebut tetap harus dijalani demi pendidikan dan keluarga.

Komentar
Posting Komentar