Ketika Batik dan Gen Z Bertemu di Rumah Batik Komar: Tetap Keren Tanpa Hilangkan Identitas
Ketika Batik dan Gen Z Bertemu di Rumah Batik Komar: Tetap Keren Tanpa Hilangkan Identitas
Kesan batik yang cuma dipakai saat acara kaku atau pesta pernikahan sepertinya sudah nggak berlaku lagi buat generasi muda. Belakangan ini, anak-anak muda Gen Z makin pintar memadukan kain warisan Nusantara ini dengan gaya harian mereka mulai dari dipadu celana jins favorit, sepatu sneakers, sampai outer kasual yang trendi.
Semangat dan gaya baru inilah yang ditangkap oleh Komarudin Kudiya, sosok di balik berdirinya Rumah Batik Komar di Bandung. Pria asal Cirebon yang akrab disapa Pak Komar ini sudah merintis usahanya sejak tahun 1998. Bagi Pak Komar, menjaga batik agar tidak ditinggalkan zaman bukan berarti harus mengubah pakem utamanya.
Ia tetap memegang teguh esensi dasar batik. Menurutnya, sesuai standar UNESCO, sebuah kain baru bisa dinamakan batik jika menggunakan lilin panas sebagai Perintang warna. Jadi, kalau tidak pakai proses perintangan lilin malam panas, karya tersebut belum bisa disebut sebagai kain batik yang autentik.
Uniknya, Pak Komar punya cara tersendiri agar karyanya tetap relevan dengan selera Gen Z yang ekspresif dan dinamis. Ia tak ragu memanfaatkan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk merancang eksplorasi motif-motif baru.
Lewat perpaduan antara edukasi proses tradisional dan Inovasi teknologi modern, Rumah Batik Komar berhasil membuktikan satu hal: batik bisa terus hidup dan tampil keren di tangan anak muda tanpa harus kehilangan ruh budayanya.
Sumber:
Batik Komar: Jembatan Trend Fashion Gen Z https://www.detik.com/jabar/budaya/d-8376881/batik-komar-jembatan-trend-fashion-gen-z


Komentar
Posting Komentar