Polimedia Gelar Lomba Kreativitas & Inovasi 2026: Pamerkan Animasi Berbasis AI dan Filamen Daur Ulang Plastik
Polimedia Gelar Lomba Kreativitas & Inovasi 2026: Pamerkan Animasi Berbasis AI dan Filamen Daur Ulang Plastik
JAGAKARSA — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) sukses menggelar ajang Lomba Keterampilan dan Inovasi 2026 yang menampilkan berbagai karya kreatif dari para mahasiswa lintas program studi. Acara ini menjadi wadah unjuk gigi bagi karya-karya riset terapan yang solutif dan berbasis teknologi masa kini.
Dalam wawancara di lokasi kegiatan, Agung Sedayu, perwakilan dari Program Studi Teknik Grafika Semester 5, menjelaskan bahwa pameran ini menyoroti sejumlah proyek riset unggulan dari dosen dan mahasiswa. Salah satu sorotan utama datang dari karya dosen animasi yang menghadirkan animasi dua dimensi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).
"Sebenarnya di Booth Lirik Riset ini kita lebih ke ngejelasin dari proyeknya dosen. Di sini kita ada dua, yang pertama ada karya dari dosen animasi, di mana mereka itu kayak bikin animasi dua dimensi berbasis AI," ujar Agung. Ia menambahkan bahwa karya animasi tersebut mengangkat tema budaya tradisional Indonesia seperti kisah wayang dan kearifan lokal lainnya. Sejumlah dosen yang terlibat dalam pengembangan proyek ini di antaranya Nurul Akmalia, Handika Dany Rahmayanti, Fredy Yakob,M. Soehaili, Niken Oktaviani, dan R.Antonius Edi Widiargo.
Selain animasi, inovasi menarik lainnya dipamerkan oleh Program Studi Teknik Grafika melalui proyek riset pengolahan limbah. Tim riset berhasil melakukan terobosan dengan mengubah limbah film dari proses cetak kemasan fleksibel menjadi filamen cetak tiga dimensi (3D printing).
Proses pembuatan filamen ini memadukan komposisi 25 persen limbah film kemasan plastik non-organik dengan 75 persen biji plastik murni jenis PLA (Polyactic Acid). Bahan-bahan tersebut kemudian dilebur bersama sebelum dicetak menjadi filamen dengan diameter 1,75 milimeter.
"Jadi limbah sama biji plastiknya itu kita lebur bareng, baru kita cetak jadi filamen ini dengan diameter 1,75 milimeter," jelas Agung. Riset yang memakan waktu pengerjaan sekitar dua hingga enam bulan ini ditujukan bagi masyarakat umum, mulai dari anak-anak hingga orang tua, guna mengkampanyekan pemanfaatan kembali limbah industri.
Meskipun inovasi ini menunjukkan hasil yang positif, tim pengembang mengakui masih menghadapi beberapa kendala teknis, seperti diameter filamen yang belum sepenuhnya rata karena proses pencampuran bahan yang manual. Kendati demikian, melalui ajang kreativitas ini, pihak penyelenggara berharap industri kreatif di Indonesia dapat semakin berkembang dan memotivasi mahasiswa untuk terus berinovasi secara lebih intensif.
Penulis:Husnul Fahima
Komentar
Posting Komentar